74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

Puluhan Pedagang Datangi Rumah Anggota Fraksi PKS Banjarnegara, Ada Apa?

Puluhan pedagang saat menyanpaikan keluhannya di rumah anggota Fraksi PKS Fraksi PKS Dapil 1 H Pujo Hardiansah. (FOTO: Istimewa)

MEMOTONEWS - Puluhan pedagang keliling yang tergabung dalam Paguyuban Keliling Berkah Sejahtera menyambangi rumah anggota DPRD Fraksi PKS Dapil 1 H Pujo Hardiansah kemarin.

Kedatang mereka untuk menyampaikan unek - uneknya tentang menurunnya omset penjualan pasca Covid-19. 

Mereka menyampaikan kondisi ekonomi belum sepenuhnya pulih ditambah lagi adanya larangan dari banyak sekolah yang tidak membolehkan siswanya membeli jajan diluar lingkungan sekolah.

Salah satu pedagang bernama Sarji mengeluhkan kebijakan sekolah yang melarang siswanya untuk jajan diluar sekolah. 

Dia berharap agar diberi kesempatan bagi anak-anak untuk tetap jajan diluar sekolah, setidaknya pada jam istirahat.

Sementara itu, sebagian pedagang lain menyampaikan bahwa gerobak dan peralatan berjualan sudah mulai rusak. 

Sampai saat ini belum bisa memperbaiki karena minimnya anggaran dampak dari sepinya penjualan.  

Mereka meminta tolong agar diupayakan pemerintah Kabupaten Banjarnegara bisa memberikan bantuan peralatan berjualan karena terus terang kondisi ekonomi yang sedang sulit. 

"Mohon diperjuangkan ya pak dewan?, ” demikan kata Puji seorang pedagang batagor yang sehari-hari berjualan di pertigaan Banjarmangu.

Dalam kesempatan itu H Pujo Hardiansah menyampaikan agar masukan-masukan dari pedagang supaya direspon oleh pemerintah kabupaten.

Diantaranya dengan memberikan bantuan peralatan berjualan dan apabila memungkinkan di usahakan pinjaman dana lunak dengan kemudahan mengangsur agar pedagang dapat berjualan kembali.

"Salah satu sektor yang sangat terpukul oleh pandemi Covid-19 adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)," katanya Senin (23/10/2022).

Keadaan ini juga imbuh Pujo yang  menggerek turunnya perekonomian nasional. Hal ini bisa dipahami karena UMKM mempunyai kontribusi yang sangat besar dalam perekonomian nasional.

Menurut data  Kementerian Koperasi, Usaha Keci, dan Menengah (KUKM) tahun 2018 jelas Pujo, jumlah pelaku UMKM sebanyak 64,2 juta atau 99,99% dari jumlah pelaku usaha di Indonesia.

Daya serap tenaga kerja UMKM adalah sebanyak 117 juta pekerja atau 97% dari daya serap tenaga kerja dunia usaha. 

Sementara itu kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional (PDB) sebesar 61,1%, dan sisanya yaitu 38,9% disumbangkan oleh pelaku usaha besar yang jumlahnya hanya sebesar 5.550 atau 0,01% dari jumlah pelaku usaha. (MH)